Tentang Kemitraan Riset Australia-Indonesia (PAIR)

Kemitraan Riset Australia-Indonesia (PAIR) adalah inisiatif AIC yang didukung oleh Pemerintah Australia,
Pemerintah Indonesia dan 11 universitas terkemuka guna memajukan keterhubungan riset antara kedua
negara dan meningkatkan dampak riset.

PAIR fokus pada dua ranah penting, yaitu produksi pengetahuan dan pengembangan kapasitas riset
yang dapat mendukung pembangunan, perencanaan dan penyusunan kebijakan bagi kedua negara.

Membaca lebih lanjut tentang PAIR, dalam ‘PAIR: Tinjauan’

Kemitraan ini menunjukkan model riset dengan pendekatan lajur jalan-menuju-dampak yang menaungi
negara dan institusi serta dapat diaplikasikan bagi segala masalah atau lokasi. Melalui model riset ini,
kami berupaya untuk mencapai dua outcome program akhir (end-of-program outcomes – EOPO), yaitu:

  1. Bukti riset yang lebih berkualitas yang relevan dan menjawab tantangan utama kebijakan, dan
  2. Membangun jejaring peneliti yang melaksanakan riset berbasis permintaan, terapan dan antar
    disiplin ilmu.

Riset kami menjawab tantangan dari ‘Konektivitas, Individu dan Lokasi’. Konektivitas adalah tentang
menghubungkan individu dan lokasi, baik secara fisik maupun non-fisik, melalui moda perhubungan atau
moda komunikasi lain.

Sementara Indonesia mengucurkan investasi skala besar untuk membangun koneksi fisik yang lebih kuat –
terutama melalui jalan, pelabuhan, pelabuhan udara dan kalur rel kereta, dan antar kota, kabupaten, desa
dan pulau – maka konektivitas akan memiliki dampak signifikan dan membuka peluang baru bagi
masyarakat setempat. Riset kami menjajaki bagaimana masyarakat yang baru saling terkoneksi dapat
meraih dan memanfaatkan peluang baru.