Bincang-bincang: Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyambut PAIR

Gubernur Sulawesi Selatan Dr Nurdin Abdullah meyakini bahwa perguruan tinggi seharusnya menjadi dapur untuk perencanaan dan pembuatan kebijakan pemerintah dan dunia usaha, dan program seperti Kemitraan untuk Penelitian Australia-Indonesia (PAIR) dapat mencegah para pembuat kebijakan sekadar memperkirakan dalam perencanaan.

 

Dr Nurdin sendiri dahulunya adalah seorang akademisi: Ia mengambil program magister dan doktoralnya dalam bidang Pertanian dan Kehutanan di Universitas Kyushu, Jepang. Di bawah ini adalah video wawancara terbaru dengan beliau diikuti dengan salinan teks lengkap dibawahnya.

Pewawancara: Apa peran kolaborasi dalam pembuatan kebijakan?

Dr Nurdin Abdullah: Seharusnya wajib bagi kita kebijakan itu berbasis research. Contohnya saja kita bisa lihat betapa kita di Indonesia ini begitu punya potensi besar tapi langkah kita kurang terukur. Nah, oleh karena itu saya kira ke depan, R&D ini menjadi sangat penting supaya tidak menjadi kira-kira. Dan kita berharap bahwa potensi yang begitu besar yang kita miliki ini harusnya menjadi ujung tombak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan saya kira minimal triple helix itu kita dorong, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha. Minimal tiga ini kita coba sinergikan. Kenapa ini penting, karena kita tahu betul bahwa banyak hasil-hasil research itu kurang diaplikasikan, karena memang permasalahannya adalah belum nyambung, tapi kalau tiga komponen ini kita sinergikan, bersinergi, saya yakin perguruan tinggi akan menjadi dapur pemerintah, perguruan tinggi menjadi dapur dunia usaha.

Kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, berbagai daerah, berbagai provinsi bahkan berbagai negara.

Pewawancara: Mengapa konektivitas penting?

Dr Nurdin Abdullah: Kalau kita tidak bangun konektifitas antara kabupaten dengan kabupaten, antara kabupaten dengan jalan nasional, antara kabupaten dengan desa, karena kita tahu persis bahwa konektifitas ini menjadi penting, seperti yang kita tahu sekarang masih banyak daerah-daerah kita yang masih belum terhubung dengan baik. Oleh karena itu, saya meyakini, 5 tahun kepemimpinan saya, saya akan mencoba untuk mendorong lebih cepat konektifitas itu, termasuk laut ya. sebagai negara kepulauan, kita tahu persis bahwa saudara-saudara kita di pulau masih membutuhkan air bersih, masih membutuhkan listrik yang sepanjang hari bisa digunakan. Yang ke-dua butuh dermaga yang baik, yang ke-tiga butuh sistem transportasi yang lebih aman, lebih nyaman.

Pewawancara: Apa prioritas Sulawesi Selatan?

Dr Nurdin Abdullah: Tugas saya di tahun pertama ini adalah bagaimana mensinergikan antara dinas dengan dinas yang lain. Anggaran yang terbatas ini kita tidak membagi kecil-kecil, tetapi kita fokus pada program unggulan kita yang kira-kira akan menyentuh program peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang ke-dua meningkatkan pendapatan daerah sehingga semakin hari semakin berkembang daerah kita. Dan saya meyakini bahwa kebijakan berbasis research itu menjadi sebuah kebutuhan supaya langkah kita ini terukur.

Kalau mau berkembang, tentu tidak bisa bekerja hanya by actor tapi kita bekerja by sistem, nah inilah saya kira harapan kita, mudah-mudahan 2-3 tahun ke depan Sulawesi Selatan akan mendapat sebuah perubahan yang signifikan.