Mengeksplorasi dampak COVID-19 pada kalangan muda di Sulawesi Selatan

Lihat Siaran Pers ini sebagai PDF

Sebuah proyek baru akan mempertemukan para peneliti Australia dan Indonesia untuk memahami lebih dalam terkait dampak dari penyebaran virus COVID-19 terhadap kalangan muda di Indonesia.

 

Australia-Indonesia Centre (AIC) meluncurkan sebuah proyek percontohan penelitian pertama dari Kemitraan untuk Penelitian Australia-Indonesia (Partnership for Australia-Indonesia Research/PAIR).

Tim interdisiplin yang merupakan gabungan para peneliti dari Australia dan Indonesia akan melihat masalah sosial, kesehatan dan ekonomi yang mempengaruhi masyarakat hingga skala rumah tangga berkaitan dengan pandemi COVID-19 di provinsi Sulawesi Selatan.

Indonesia memiliki angka penularan dan tingkat kematian yang tinggi akibat virus COVID-19. Proyek ini akan fokus pada dampak COVID-19 terhadap masyarakat serta mempersiapkan pemerintah untuk lebih baik dalam pengambilan kebijakan.

Seluruh rangkaian penelitian akan dilakukan dengan metode jarak jauh, tanpa perjalanan lapangan.

Latar Belakang

Data resmi terkini menunjukkan lebih dari 31.000 orang Indonesia dinyatakan positif COVID-19, dengan lebih dari 1.800 jumlah kematian. Di Sulawesi Selatan, ada 2.194 kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi, dengan 97 kematian dan 704 dinyatakan sembuh. Sulawesi Selatan adalah satu dari beberapa provinsi di Indonesia yang  terdampak keras dalam kasus COVID-19. Pemerintah nasional telah memprioritaskan dukungan untuk provinsi Sulawesi Selatan, bersama dengan provinsi lain yang paling banyak terdampak termasuk DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Diketahui bahwa sebagian besar pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan kritis adalah mereka yang memiliki komorbiditas seperti penyakit kardiovaskular dan paru-paru, serta diabetes.

Untuk membantu langkah-langkah kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan mitigasi penyebaran wabah ini, maka dianggap perlu untuk melakukan identifikasi target kelompok yang paling beresiko.

Penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai tantangan dan keterkaitan antara COVID-19 dengan kemiskinan, pekerjaan, dan kesehatan kaum muda di Sulawesi Selatan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kelompok tersebut dan untuk memastikan peningkatan pelayanan kesehatan, tim peneliti akan:

  • melakukan pemetaan geospasial dari “titik pusat penyebaran COVID-19” untuk membangun gambaran populasi berisiko di tiga kabupaten – Maros, Pangkajene dan Barru – dan mengidentifikasi pola penyebaran pasien COVID-19.
  • memetakan karakteristik sosio-ekonomi dan demografi provinsi Sulawesi Selatan untuk mengidentifikasi dampak sosial dan ekonomi COVID-19 pada akses ke pelayanan kesehatan bagi kaum muda.
  • mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pusat kesehatan masyarakat di tingkat kabupaten (puskesmas), kecamatan (posyandu) dan tingkat desa.

Pemahaman tentang kapasitas dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sistem kesehatan lokal dalam merespons pandemi sangat penting.

Tim peneliti

PAIR domain: Pemuda, kesehatan, dan kesejahteraan

Senior Fellows: Dr Christrijogo Sumartono (UNAIR), Dr Sudirman Nasir (UNHas), Professor Anu Rammohan (UWA)

Associate Fellows: Anis Wulandari (UNAIR), Dr Moses Glorino Rumambo Pandin (UNAIR), Dr Healthy Hidayanti (UNHAS), Achmad Tohari (UWA)

Ini adalah satu dari empat proyek percontohan pertama dari PAIR, dengan tiga lainnya akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.

 

Narahubung media Australia

Marlene Millott
PAIR Program Officer
+61 427 516 851
marlene.millott@australiaindonesiacentre.org

Narahubung media Indonesia

Fadhilah Trya Wulandari
Petugas Program PAIR
+62 8124 3637 755
dilah.trya@australiaindonesiacentre.org

 

Tentang PAIR

PAIR adalah program unggulan untuk model penelitian terbaru AIC, yang didukung oleh Pemerintah Australia, Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan sebelas universitas mitra AIC di Australia dan Indonesia.

Berfokus pada Sulawesi Selatan, PAIR menjelajahi wilayah pantai barat provinsi, tempat jalur kereta baru sepanjang 145 kilometer dibangun, menghubungkan dua kota besar dan tiga kabupaten: Makassar, Maros, Pangkajene, Barru dan Parepare. PAIR akan mengeksplorasi empat bidang utama: rumput laut sebagai komoditas utama; transportasi, logistik dan rantai pasok; kesehatan dan kesejahteraan pemuda; serta keterampilan dan pembangunan pemuda.

Kunjungi situs PAIR untuk informasi lebih lanjut.

 

Tentang Australia-Indonesia Centre

Melalui webinar: In Conversation, Australia-Indonesia Centre telah membedah dampak COVID-19 dari berbagai perspektif, termasuk kesehatan masyarakat, ekonomi, pemerintahan, perdagangan internasional dan pendidikan dalam skala global. Penelitian PAIR akan menambah upaya ini karena kami terus mencari cara untuk bekerja bersama menuju pemulihan dan pembangunan berkelanjutan.

The Australia-Indonesia Centre adalah konsorsium yang terdiri dari 11 universitas terkemuka berbasis penelitian yang terletak di kedua negara. Misinya adalah untuk mengembangkan hubungan orang-ke-orang (people-to-people) dalam sains, teknologi, pendidikan, inovasi dan budaya.

Kunjungi  situs AIC untuk informasi lebih lanjut.

Photo oleh pisauikan on Unsplash.