PAIR: Gambaran Umum

Kemitraan Riset Australia-Indonesia (Partnership for Australia-Indonesia Research – PAIR) adalah inisiatif AIC yang didukung oleh Pemerintah Australia, Pemerintah Indonesia dan 11 universitas terkemuka guna memajukan keterhubungan riset antara kedua negara dan meningkatkan dampak riset.

PAIR, diimplementasikan dalam periode 2019 hingga 2022, fokus pada dua ranah penting, yaitu produksi pengetahuan dan pengembangan kapasitas riset yang dapat mendukung pembangunan, perencanaan dan penyusunan kebijakan bagi kedua negara.

Kemitraan ini menunjukkan model riset dengan pendekatan penelitian yang memberi dampak (pathway-to-impact) yang menaungi negara dan institusi serta dapat diaplikasikan dalam menjawab berbagai isu di banyak lokasi yang berbeda. Melalui model riset ini, kami berupaya untuk mencapai dua hasil akhir (end-of-program outcomes – EOPO), yaitu:

  1. Bukti riset yang berkualitas yang lebih relevan dalam menjawab tantangan utama dari pelaksanaan kebijakan;
  2. Membangun jejaring peneliti yang melaksanakan riset berbasis permintaan, terapan dan interdisiplin.

Riset kami menjawab tantangan dari ‘Konektivitas, Masyarakat dan Wilayah’ (Connectivity, People and Place): konektivitas adalah tentang menghubungkan individu, masyarakat dan wilayah, baik secara fisik maupun non-fisik, melalui moda perhubungan atau moda komunikasi lain.

Indonesia mengucurkan investasi skala besar untuk membangun infrastruktur dan konektivitas fisik yang lebih kuat, terutama melalui jalan, pelabuhan, pelabuhan udara dan jalur rel kereta antar desa, kabupaten, kota dan pulau. Dengan itu, konektivitas akan memiliki dampak signifikan dan membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat setempat. Riset kami menjajaki bagaimana masyarakat yang baru saling terkoneksi dapat meraih dan memanfaatkan peluang baru.

Tiga prinsip

Berbasis-lokasi (place-based)

Melaksanakan riset di satu lokasi – Sulawesi Selatan – membuat kami mampu berkonsentrasi dalam melaksanakan penelitian dengan sumber daya terbatas. Fokus pada satu lokasi juga membuat para peneliti kami dapat berinteraksi secara penuh makna bersama masyarakat, membaurkan diri mereka dalam kondisi nyata dan bekerja dengan masyarakat untuk menjawab tantangan sosial.

Interdisiplin (interdisciplinary)

Masalah sosial yang kompleks memerlukan gabungan ilmuwan dari berbagai lintas disiplin untuk duduk bersama memecahkan masalah. Kami menggunakan model riset kolaboratif yang diisi oleh para peneliti ahli dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam dari universitas mitra kami.

Dimotori oleh permintaan (demand-driven)

Saat mendefinisikan masalah dan menciptakan solusi, kami melibatkan para pemangku kepentingan dari berbagai level – desa, kabupaten, provinsi dan tingkat pusat. Melibatkan para pemangku kepentingan dari awal dan selama program berlangsung meningkatkan probabilita ide dan solusi untuk diterima dan diadopsi di akhir program.

Mengapa Sulawesi Selatan?

Wilayah timur Indonesia merupakan wilayah prioritas bagi Pemerintah Indonesia. Sulawesi adalah salah satu daerah yang penting, dimana ada investasi pemerintah dalam jumlah yang signifikan untuk meningkatkan infrastruktur dan konektivitas. Makassar membangun pelabuhan baru, yang akan diposisikan sebagai pintu penghubung ke wilayah timur Indonesia. Zona ekonomi industri baru tercipta dan jaringan jalur kereta trans-Sulawesi yang ambisius sedang dalam proses konstruksi.

Program Riset

Program Riset berfokus pada ‘infrastruktur yang terpusat pada masyarakat (community-centric) dan memberdayakan masyarakat’. Kami sedang menjajaki tantangan dan peluang dari konektivitas baru bagi masyarakat lokal dan bagaimana infrastruktur dapat berpusat pada kebutuhan masyarakat dalam upaya mendukung kesinambungan, ketahanan dan produktivitas daerah perkotaan-pedesaan.

Pada awalnya, PAIR dirancang untuk mengidentifikasi domain secara terpisah – transportasi, energi, air, dan pemuda. Melalui serangkaian konsultasi dengan kementerian maupun lembaga di tingkat provinsi, kami kemudian mendalami keterkaitan dan interaksi berbagai domain, yakni komoditas ; transportasi, logistik & rantai pasok; pemuda dan pembangunan ; serta pemuda, kesehatan dan kesejahteraan (lihat diagram di brosur, di atas).

Kami sedang bekerja bersama dengan para pemangku kebijakan, bisnis dan masyarakat guna mencapai visi pembangunan infrastruktur yang terpusat pada masyarakat, sekaligus menyatukan tim peneliti dengan beragam latar belakang disiplin ilmu dan keahlian masing-masing untuk menjajaki keterhubungan antara domain dan sub-domain dalam penelitian ini.

Proses Riset

Kami menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberdayakan riset melalui kolaborasi. Para peneliti mendapat dukungan penuh dari berbagai sektor untuk menggunakan keahlian terbaiknya dan mencari solusi dari berbagai tantangan besar – yang disesuaikan dengan konteks lokal masyarakat.

Riset kami menggunakan beberapa pendekatan, yaitu berbagai latar belakang disiplin ilmu (interdisiplin), multi-institusi (multi-institutional), dimotori oleh permintaan (demand-driven)  dan kolaborasi tim (team-based). Pendekatan ini sangat penting bagi peneliti kami untuk menjawab masalah dan mampu melampaui batasan disiplin ilmu. Pendekatan kami memupuk pertumbuhan riset yang terbuka, kolaboratif, multi-sektoral dan memiliki dampak nyata.

Kami mendukung para peneliti kami untuk menghasilkan output riset ilmiah modern – seperti cakupan studi (scoping), panduan teknis, studi kasus, materi penjelasan (explainer) dan infografik hingga laporan dan artikel, termasuk makalah ilmiah internasional dengan gabungan beberapa penulis (co-authored).

Tujuan kami adalah untuk menghasilkan program riset berbasis bukti yang berkualitas dan unggul, serta untuk membangun jejaring antara peneliti dan kolaborator.

Tim riset kami

AIC adalah platform yang menghubungkan para peneliti unggul generasi saat ini dari Australia dan Indonesia. Untuk mewujudkan ambisi ini, kami bekerja dan memberikan dukungan sedari dini kepada para peneliti, baik peneliti yang baru memulai karir, dalam masa pertengahan, maupun yang sudah menjadi peneliti terkemuka di seluruh program kami.

Kami melibatkan para peneliti tersebut di dalam kegiatan riset dan jaringan kami. Kami mendukung pengembangan keahlian mereka dan bekerja dengan mereka sebagai kolaborator untuk mengidentifikasi prioritas riset, melaksanakan riset, dan menjembatani kemitraan riset.

Hal yang sangat penting di dalam model penelitian berbasis tim adalah struktur tim. Struktur tim kami terdiri dari tiga level peneliti, yaitu : Peneliti Senior, Peneliti Madya dan Peneliti Muda.

  • Senior Fellows (Peneliti Senior) merupakan peneliti inti dalam program kami. Mereka berperan aktif di dalam proses riset dan ikut terjun langsung dalam pengumpulan data.
  • Fellows (Peneliti Madya) kami memiliki peran penting untuk menghubungkan setiap domain dalam penelitian ini.
  • Associate Fellows (Peneliti Muda) mendukung Senior Fellows dan Fellows dalam melaksanakan riset, sekaligus memberikan dukungan administratif dalam proses penelitian.

Kami membangun sebuah tim yang membina hubungan kerja dan riset yang kokoh. Kami bekerja erat dengan setiap universitas mitra guna mengidentifikasi para Peneliti Senior agar dapat memastikan komplementaritas riset, kesetaraan dan keadilan bagi seluruh 11 institusi. Masing-masing universitas mitra kami, telah menunjuk para Peneliti Muda yang luar biasa untuk mendukung mereka sebagai Associate Fellows. Pada akhir tahun 2020, kami akan bekerja erat dengan para Senior Fellows dan mitra kami untuk menominasikan Fellows.

Program PAIR diluncurkan di Jakarta pada tanggal 27 Agustus 2019 dan di Makassar pada tanggal 18 November 2019. Induction Workshop bersama Senior Fellows dilaksanakan di Melbourne pada bulan September 2019 dan Discovery Workshop diselenggarakan di Makassar, November 2019. Pada bulan Februari 2020, Associate Fellows resmi bergabung dengan PAIR dan mengikuti Visioning Workshop 1 bersama Senior Fellows. Penelitian akan mulai berjalan pada awal pertengahan tahun 2020.