Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kalangan muda di Sulawesi Selatan

Pertanian merupakan elemen penting dari profil ekonomi dan sosial Sulawesi Selatan.

Elemen ini menyediakan lapangan pekerjaan dan berkontribusi terhadap pendapatan nasional, tetapi juga menghadapi banyak tantangan (Ramadanti, April 2020). Orang-orang yang bekerja sebagai petani dan keluarga mereka menghadapi serangkaian tantangan yang berbeda dari tantangan yang dihadapi oleh populasi di perkotaan, dan hal ini perlu dianalisis sesuai dengan konteksnya.

Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat yang berprofesi sebagai petani di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan–Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Barru–dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Ketiga kabupaten ini memiliki komunitas pertanian atau akuakultur yang besar, dengan banyak orang mencari nafkah
sebagai petani padi atau rumput laut.

 

Klik di sini untuk laporan lengkap

 

Beberapa pengamatan-pengamatan utama tentang program BPNT yang dilakukan dengan menggunakan data sekunder adalah:

  • Implementasi program BPNT secara nasional meningkatkan keragaman konsumsi pangan di antara rumah tangga miskin setidaknya 15 poin persentase dibandingkan dengan rumah tangga yang secara berkelanjutan menerima beras dari program Rastra, program pembagian beras untuk masyarakat miskin Indonesia.
  • Program BPNT ini telah meningkatkan konsumsi nutrisi-nutrisi penting oleh rumah tangga miskin.
  • Rata-rata, setengah dari total kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki nilai keragaman konsumsi pangan rumah tangga (Household Dietary Diversity Scores atau HDDS) yang lebih tinggi daripada nilai rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kota Makassar adalah yang tertinggi di antara mereka.

Gambar fitur oleh PAIR